Kesehatan Mental

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Pada Anak Sejak Dini

Beberapa tahun terakhir ini masalah kesehatan mental mulai menjadi perhatian lebih banyak pihak. Apalagi sejak pandemi Covid-19 menerjang, masalah kesehatan mental semakin meningkat dan bahkan menjadi salah satu perhatian utama. Kekhawatiran mereka mengenai keuangan dan ketakutan lainnya menjadi masalah besar.

Dewi Ilma Antawati yang merupakan Dosen Psikologi di Universitas Muhammadiyah Surabaya mengatakan bahwa kondisi ini harus mulai disadari dari diri sendiri. Ia juga menjelaskan alasan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental.

“Kesehatan mental mempengaruhi bagaimana kita berpikir, merasa, dan bertindak.  Dengan kesehatan mental yang baik seseorang dapat menghadapi tekanan hidup sehari-hari, bekerja dengan produktif, dan berkontribusi kepada masyarakat,”tegas Ilma.

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa kesehatan mental sudah penting sejak usia dini. Anak yang sehat mentalnya maka ia telah mencapai pada tahap perkembangan yang optimal, ia pun sudah menguasai keterampilan sosial yang sehat, serta dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi dengan baik.

“Anak yang mentalnya sehat akan memiliki kualitas kehidupan yang baik serta dapat beradaptasi dengan baik di mana pun ia berada,”imbuh Ilma.

Ia pun menjelaskan kalau kesehatan mental anak dapat mempengaruhi mengenai kemampuan mereka dalam berpikir. Hal ini dikarenakan pada saat usia dini, otak anak berkembang dengan lebih cepat dan terbentuklah sinaps. Sinaps sendiri merupakan koneksi dari sel syaraf yang sangat memiliki peran, terutama di dalam membentuk dan mengakses recall memori di dalam proses berpikir.

“Sinaps ini dapat menguat dan melemah sepanjang waktu, hingga dapat pula mati.  Semakin banyak sinaps yang terbentuk, maka kemampuan berpikir seseorang semakin baik, berlaku pula sebaliknya,”imbuhnya lagi.

Kesehatan mental ini akan sangat memiliki dampak di pembentukan dan hilangnya sinaps. Adanya stress kronis, depresi memiliki hubungan dengan penurunan dari jumlah sinaps yang ada di area pusat kognisi dan emosi, yakni prefrontal cortex dan hippocampus.

Pada keterangannya, ia pun menjelaskan mengenai dampak kalau kesehatan mental anak tidak mulai dibangun sejak dini. Masalah dari kesehatan mental anak ini dapat berasal dari berbagai faktor, mulai dari internal, genetik, riwayat kehamilan ibu, sampai ke faktor eksternal.

“Jika anak terpapar kondisi lingkungan yang sulit, seperti kekerasan dalam rumah tangga atau pengasuhan yang negatif, maka secara biologis respon stress pada diri anak akan meningkat dan anak menjadi rentan mengalami masalah kesehatan mental,”jelasnya.

Adanya stress berat jangka panjang ini dapat memberikan masalah fisik dan mental ke anak, di mana mereka dapat mengalami diabetes, jantung, dan masalah psikologis seperti depresi dan kecemasan.

Jika tidak segera ditangani, maka ini akan memberikan dampak ke hormon yang tidak seimbang dan kesiapan mereka dalam menghadapi bangku sekolah serta prestasi akademik. Kesehatan mental ini adalah pondasi dalam kesehatan mental di masa selanjutnya. Permasalahan kesehatan mental di anak usia dini akan mengganggu mereka untuk belajar dalam melakukan relasi dengan sehat.

Untuk itu, orang tua juga perlu memiliki kesehatan mental yang baik. Hal ini karena orang tua menjadi model perilaku untuk anak, sehingga kesehatan mental dari orang tua juga akan sangat mempengaruhi bagaimana mental dari anak mereka.

Cara orang tua untuk menghadapi stress dan memulai kebiasaan untuk hidup sehat akan menjaci contoh anak dalam belajar manajemen stress yang sehat. Ciptakanlah lingkungan yang hangat dan penuh penerimaan agar mereka dapat mengembangkan mental yang sehat.